Lelaki di gang itu,
menatapku kosong,
merindukan peran dan kehidupan,
dalam raga yang dimainkan sutradara.
Pada nalurinya yang semesta,
memiliki satu cinta-satu rindu,
berharap cepat berakhir skenario2 itu,
dan pulang melepas penat kepanjangan.
Bukan karena bosan dan tak memaafkan,
karena hatinya senantiasa ramadhan
meski melaut di langit petang.
(draft jiwa : banci-banci kota)
menatapku kosong,
merindukan peran dan kehidupan,
dalam raga yang dimainkan sutradara.
Pada nalurinya yang semesta,
memiliki satu cinta-satu rindu,
berharap cepat berakhir skenario2 itu,
dan pulang melepas penat kepanjangan.
Bukan karena bosan dan tak memaafkan,
karena hatinya senantiasa ramadhan
meski melaut di langit petang.
(draft jiwa : banci-banci kota)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar